17 Maret 2013

Sepenggalan Nafas



Aku mendengar nafasmu yang mulai tersengal. Degup jantungmu yang berderap seperti hentakan kuda-kuda perang. 

Sementara aku masih terbujur kaku di bawah lumpur hitam yang mulai mengering. Mengerang tanpa suara. Mengernyit ketakutan, bersembunyi dari hantu-hantu yang berjaga di pintu gerbang. Perlahan kutandaskan pula niatku untuk hidup kembali. Keluh-kesah para cacing-cacing busuk ini lebih menarik perhatianku.

Tubuhmu kini mengejang. Terseok, terperosok ke jurang kelam yang dasarnya tak pernah terjamah oleh cahaya. Namun matamu nyalang menantang kematian yang menggantung di ujung hidungmu.

Awan kelabu bergulung. Menggagahi angkasa yang pongah. Desah hujan pun perlahan terdengar menciumi bumi. Sementara kau kian terengah dan semakin lemah.

Sumber gambar: Flickr

09 Maret 2013

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Konsumen cerdas paham perlindungan konsumen.

Tentu kita masih ingat dengan kasus maraknya penggunaan formalin dan boraks dalam berbagai produk makanan. Kita juga tentu masih ingat dengan kasus maraknya peredaran peralatan makan dan minum dari melanin non-food grade yang berbahaya untuk kesehatan. Kita juga pasti sering mendengar berita tentang maraknya peredaran jamu dan kosmetik yang berbahaya di pasaran. Fakta masih maraknya produk-produk yang tak layak dan berbahaya di pasaran ini, tentu membuat kita sebagai konsumen merasa miris. Menjadi konsumen cerdas adalah pilihan kita agar tidak menjadi korban dari produk-produk tak layak edar tersebut.

***

Data dan fakta peredaran produk yang tidak layak

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tidak pernah berhenti melakukan pengawasan terhadap peredaran produk pangan maupun non-pangan. Pun begitu masih ada saja produsen atau pedagang ‘nakal’ yang memasarkan produk-produk yang berbahaya dan tak layak edar.

Berdasarkan data dari Kemendag, sepanjang tahun 2012 ditemukan 621 produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 593 produk. Diantara 621 produk tersebut, 61% nya merupakan produk dari luar negeri, sementara sisanya diproduksi di dalam negeri.

Sementara jika dikelompokan berdasarkan dugaan pelanggarannya, 43% diduga tidak memenuhi ketentuan label dalam Bahasa Indonesia. 34% diduga melanggar persaratan SNI. 22% diduga melanggar ketentuan manual dan kartu garansi. Sementara 1% sisanya diduga tidak memenuhi ketentuan produk yang diawasi distribusinya.

Menurut jenis produknya, produk-produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan itu, 39% diantaranya adalah produk elektronika dan alat listrik. 20% diantaranya adalah produk rumah tangga. 13% lainnya adalah produk suku cadang kendaraan. Sedangkan sisanya adalah produk makanan, minuman dan tekstil.

***

Empat langkah menjadi konsumen cerdas

Persaingan bisnis dan laju arus barang yang kian bebas, menuntut kita untuk menjadi konsumen cerdas yang jeli dan teliti dalam memilih produk atau jasa yang akan digunakan. Dengan menjadi konsumen cerdas, kita telah melindungi diri kita dari barang atau jasa yang tidak memenuhi aspek kesehatan, keselamatan dan keamanan lingkungan (K3L).  

Kementrian Perdagangan sendiri tengah menggalakan gerakan “Ayo Jadi Konsumen Cerdas!”. Sebuah kampanye nasional yang menyerukan masyarkat untuk menjadi konsumen cerdas yang sadar akan hak-haknya. Lewat kampanye ini masyarakat didorong untuk turut bertanggung jawab dalam memilih dan menentukan produk atau jasa yang akan ia gunakan. Berikut adalah empat langkah sederhana untuk menjadi konsumen yang cerdas:

1. Teliti sebelum membeli
Masyarakat didorong untuk selalu teliti dan awas dalam memilih produk atau jasa yang akan digunakannya. Sebagai konsumen, masyarakat juga tidak perlu ragu ataupun takut untuk bertanya seputar produk atau jasa yang akan ia gunakan. 

2. Perhatikan label, masa kadaluarsanya dan manual kartu garansi
Sebelum membeli, perhatikan label dan masa kadaluarsa dari produk yang akan dibeli. Contohnya untuk produk makanan dan obat-obatan, selain memeriksa komposisi dan keterangan tanggal kadaluarsanya, pastikan juga produk tersebut sudah terdaftar di Badan POM. Atau bagi Anda yang muslim, pastikan juga bahwa produk panganan tersebut sudah memiliki logo halal dari MUI. 

Selain itu, label yang dicantumkan pada produk pun harus dilengkapi dengan keterangan berbahasa Indonesia. Lebih jauh lagi, untuk beberapa produk kita juga harus memperhatikan manual beserta kartu garansinya.

3. Pastikan produk memiliki tanda jaminan mutu SNI
Langkah ketiga, pastikan bahwa produk yang akan digunakan sudah memiliki logo SNI. Tanda SNI ini tentu menjadi jaminan mutu bahwa produk tersebut layak untuk digunakan. Adapun produk- produk yang diwajibkan untuk memenuhi kriteria SNI antara lain: air minum dalam kemasan , tepung terigu, kompor gas , helm, ban mobil, kipas angin dan kakao bubuk.

4. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan
Terakhir konsumen yang cerdas harus pandai dalam memilah antara kebutuhan dan keinginannya. Konsumen yang cerdas mampu menahan naluri konsumtifnya dan selalu mendahulukan pemenuhan akan kebutuhannya terlebih dahulu. 

Contoh tantangan nyatanya adalah diskon besar-besaran yang kerap ditawarkan oleh pusat-pusat perbelanjaan. Sebagai konsumen cerdas kita harus bijak dalam menyikapi tawaran yang tampak menggiurkan tersebut. Selalu pastikan bahwa produk atau jasa tersebut benar-benar kita butuhkan.

19 Februari 2013

Satu Dekade Barito Timur Membangun


Lambang Kabupaten Barito Timur {Sumber Gambar}

Mungkin sebagian dari kita tidak mengenal dimana dan seperti apa Barito Timur itu. Begitu pun dengan diriku. Meski sempat menyusuri Sungai Barito saat bertualang ke Kalimantan dahulu, pengetahuanku tentang salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah ini sangatlah minim. Sampai akhirnya, gaung Bartim (Barito Timur) sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan Indonesia ini kudengar dari berita-berita. Rasa ingin tahuku pun terusik, rasa penasaranku memuncak. Bagaimana sebuah kabupaten yang baru berumur sepuluh tahun itu bisa mencapai swasembada pangan bahkan surplus beras selama bertahun-tahun?  Capaiaan apalagi yang telah diraih oleh kabupaten itu? Siapa jenius yang merancang program pembangunannya?

***

Sejarah Terbentuknya Barito Timur
Kabupaten Bartim atau BaritoTimur merupakan kabupaten otonom yang lahir dari pemekaran wilayah pada tahun 2002. Mulanya Kabupaten Bartim ini bergabung dengan Kabupaten Barito Selatan atau dikenal dengan Barito Hilir. Awalnya Barito Timur dan Barito Hilir ini merupakan daerah kewedanaan dari Kabupaten Barito yang pusat pemerintahaanya berada di Muara Teweh. Hingga akhirnya pada tahun 1959, Kewedanaan Barito Timur dan Barito Hilir ini menjadi sebuah daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Barito. Dua kewedanaan itu kemudian menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan dengan pusat pemerintahaanya di Buntok.

17 Februari 2013

Hikayat Lahirnya Kerajaan-Kerajaan di Maluku



Syahdan, berlabuhlah seorang Arab di Ternate. Namanya Jafar Sadek, atau dikenal juga dengan nama Jafar Noh. Sesampainya di tanah Ternate, ia segera pergi ke sebuah bukit yang bernama Jore-Jore. Di puncak Bukit Jare-Jare itulah ia membangun rumahnya, memanfaatkan pohon-pohon kayu yang tumbuh di sekitarnya.

Pada suatu petang, Jafar Sadek pergi untuk mandi di sebuah danau yang terletak persis di kaki Bukit Jare-Jare. Danau asri yang dirimbuni oleh pepohonan di sekelilingnya itu bernama Danau Ake Sentosa. Belum sempat Jafar membuka pakaiannya, secara tidak sengaja ia melihat tujuh bidadari yang tengah mandi di danau tersebut. Di balik rimbunnya semak dan pepohonan, Jafar pun mengendap-ngendap dan mencuri sepasang sayap milik salah satu bidadari tersebut. Ia pun segera pergi dan menyembunyikan sayap curiannya itu.

16 Februari 2013

Negeri Pala



Judul : Negeri Pala
Penulis : Ary Amhir
Peneribit : Through The Glass Art Foundation
Edisi : November 2012
Tebal : 196 Halaman

Buku ketiga yang lahir dari tangan dingin Ary Amhir ini akan membawa kita menjelajahi Kepulauan Banda, mulai dari Pulau Neira, Lonthoir, Gunung Api, Ay, Run hingga Hatta. Sama halnya dengan karya-karya Ary sebelumnya, buku ini merupakan manifestasi catatan perjalanannya selama melancong selama satu bulan di Negeri Pala itu.

Tidak seperti catatan perjalanan biasa yang sifatnya lebih seperti panduan wisata. Pada buku ini Anda tidak akan menemukan detail transportasi, ulasan penginapan murah, tempat makan favorit atau rincian lainnya seperti ‘what to do’ dan ‘what to see’. Catatan perjalanan Ary ini lebih menitikberatkan pada kisah manusia yang tinggal di Negeri Pala itu, tentang sekelumit masalah yang dihadapi mereka, tentang sejarah yang membentuknya.